Morrissey Technology

Loading

Apple bakal bawa pembaruan besar pada dua model Apple Watch

Jakarta  – Apple dikabarkan bakal membawa pembaruan yang besar untuk dua model jam tangan pintarnya yaitu Apple Watch Ultra yang disiapkan untuk pasar kelas atas dan Apple Watch SE sebagai model dengan harga yang lebih ramah di kantong pembeli.

Kabar ini dilaporkan oleh Phonearena, Minggu (29/6), berdasarkan informasi Mark Gurman dari Bloomberg yang menyebutkan kedua model ini akan diluncurkan di akhir 2025.

Pembaruan paling signifikan akan hadir pada Apple Watch Ultra 3. Gurman pertama kali melaporkan pada akhir 2024 bahwa model ini dapat memperkenalkan pengiriman pesan satelit, yang memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan singkat bahkan saat mereka tidak memiliki akses ke jaringan seluler atau Wi-Fi.

Jika fitur ini hadir seperti yang diharapkan, ini akan menandai langkah besar untuk menjadikan Apple Watch Ultra sebagai perangkat yang lebih bisa diandalkan terutama berguna bagi pendaki, atlet, atau siapa pun yang menghabiskan waktu di luar ruangan tanpa akses internet memadai.

Sejauh ini, model Apple Watch Ultra hanya mengalami sedikit perubahan sejak diluncurkan pada 2022. Chip baru ditambahkan pada 2023, dan opsi titanium hitam tersedia tahun lalu.

Fitur yang lebih besar seperti konektivitas satelit akan menjadi tonggak baru di tahun ini bagi pemilik Apple Watch Ultra.

Pada saat yang sama, Apple berencana untuk menyegarkan Apple Watch SE sebagai model untuk pasar entry level, model SE saat ini belum diperbarui sejak 2022.

Meskipun detailnya masih terbatas, seharusnya pembaruan mendatang di 2025 menunjukkan peningkatan chip, masa pakai baterai yang lebih baik, dan mungkin peningkatan desain.

Pembaruan ini datang pada saat bisnis perangkat wearable Apple menunjukkan tanda-tanda melambat.

Jika pengiriman pesan satelit benar-benar hadir, Apple akan menjadi salah satu inisiator yang menawarkan fitur tersebut dalam jam tangan pintar kelas konsumen.

Meskipun Garmin sebagai kompetitornya menawarkan kemampuan satelit darurat di beberapa perangkat yang dapat dikenakan yang difokuskan untuk penggunaan di luar ruangan, fitur tersebut tidak tersebar luas di seluruh jam tangan pintarnya.

Hal ini dapat memberi Apple keunggulan kompetitif, terutama di antara pengguna jam tangan pintar yang menyukai kegiatan luar ruang dan mungkin tak selalu terhubung dengan konektivitas internet.

Apple mungkin berikan iPhone 17 pengisian daya nirkabel 45W

Jakarta  – Apple mungkin akan memberikan iPhone 17 perangkat pengisian daya nirkabel hinnga 45W, sebuah peningkatan dari kemampuan pengisian daya yang diberikan kepada iPhone 16 sebesar 25W.

Sertifikasi terbaru dari perangkat pengisi daya buatan Apple MagSafe menjanjikan kecepatan yang lebih cepat dan kinerja yang lebih apik menawarkan dukungan pengisian daya hingga 45W. Kabar ini dilaporkan oleh Gizmochina, Jumat (6/6), yang menyebutkan sertifikasi ini pertama kali ditemukan oleh 91 Mobiles.

Sertifikasi terbaru pengisi daya MagSafe mengacu pada basis data National Communication Commision (NCC) Taiwan yang menunjukkan dua adaptor pengisi daya MagSafe baru. Kedua model itu terdiri dari model A3503 dengan kabel 2 meter dan A3502 dengan kabel 1 meter.

Meskipun secara tampilan mirip dengan MagSafe yang diperkenalkan bersama seri iPhone 16, namun, keunggulan perangkat baru itu adalah pada standar teknologi yang digunakan. MagSafe terbaru memiliki dukungan untuk standar Qi 2.2 Wireless Power Consortium, yang diluncurkan awal tahun ini.

Qi 2.2 menghadirkan pengisian daya 50W yang lebih kuat, penyelarasan magnet yang lebih tajam, dan efisiensi yang lebih baik, dan pengisi daya baru Apple disertifikasi mencapai 45W (15V × 3A) saat dipasangkan dengan pengisi daya USB PD yang kompatibel.

Kemampuan perangkat pengisian daya itu juga mengisyaratkan bahwa seri iPhone 17 berpotensi membawa peningkatan kecepatan dari sisi pengisian daya baik secara nirkabel maupun menggunakan kabel.

Pengisian daya yang lebih cepat berarti lebih sedikit waktu yang terikat pada kabel, sebuah keuntungan bagi pengguna dengan kegiatan padat dan sibuk,.

Opsi kabel 2 meter yang lebih panjang juga menambah beberapa fleksibilitas untuk pengaturan meja atau samping tempat tidur, sementara versi 1 meter membuat semuanya tetap ringkas.

Apple mungkin saja menjual terpisah MagSafe 45W itu dari seri iPhone 17, yang dijadwalkan debut pada September 2025.

Meskipun detail seperti harga atau spesifikasi pengisian daya iPhone 17 masih dirahasiakan, langkah itu menandakan Apple siap bersaing dengan para pesaing dari Android yang menawarkan kecepatan nirkabel 50W+.

Apple mungkin saja hilangkan AirDrop untuk pengguna UE

Jakarta – Perusahaan teknologi Apple dikabarkan mungkin saja menghilangkan fitur AirDrop untuk para penggunanya di Uni Eropa (UE) sebagai dampak dari pemberlakuan Digital Market Act (DMA) atau Undang-Undang Pasar Digital yang dinilai perusahaan berbahaya bagi privasi pengguna.

Dalam laporan GSM Arena, Rabu, hal ini dapat disimpulkan dari pernyataan resmi Apple dikeluarkan setelah langkah bandingnya terhadap DMA.

DMA sejauh ini telah menyebabkan Apple mendapatkan sanksi berupa denda 500 juta euro yang ditetapkan pada April 2025. Atas hal itu perusahaan mengajukan banding kepada regulator UE.

Apple menyatakan pengajuan banding dilakukan perusahaannya karena menilai aturan tersebut mengganggu pengalaman produk yang dikembangkan oleh perusahaan.

“Persyaratan interoperabilitas UE mengancam fondasi tersebut, sekaligus menciptakan proses yang tidak masuk akal, mahal, dan menghambat inovasi,” demikian pernyataan Apple.

Lebih lanjut mereka menyatakan, “Persyaratan ini juga akan memberikan informasi sensitif kepada perusahaan yang haus data, yang menimbulkan risiko privasi dan keamanan besar bagi pengguna UE kami”.

Beberapa data yang diminta di antaranya mulai dari isi pemberitahuan layanan, hingga riwayat lengkap setiap jaringan WiFi yang tersimpan di perangkat pengguna.

Hal ini dirasakan Apple melanggar ketentuan privasi perusahaan, bahkan memungkinkan regulator memiliki kemampuan untuk mengakses informasi pribadi yang bahkan tidak dilihat Apple.

Apple pun menilai langkah-langkah itu pada akhirnya membatasi produk-produk dan fitur inovatif bisa dirasakan oleh pelanggan Eropa.

Maka dari itu, Apple melakukan langkah banding sehingga harapannya perusahaan tetap bisa memberikan layanan dan fitur bawaan Apple secara maksimal untuk pelanggannya.

Fakta bahwa Apple mungkin membatasi kemampuannya untuk memberikan produk dan fitur inovatif ke Eropa, dan mengarah pada pengalaman pengguna yang tidak optimal dirasa dapat ditafsirkan dalam beberapa cara.

Pertama, Apple dapat dengan mudah mematuhi persyaratan interoperabilitas yang mencakup pemberian akses penuh ke pemberitahuan iOS, hak eksekusi latar belakang, dan akses fitur sistem ke pesaing pihak ketiga.

Apple juga harus mengizinkan AirDrop diganti sebagai utilitas berbagi file nirkabel default pada perangkat Apple.

Pendekatan ini secara alami akan meningkatkan kekhawatiran privasi karena pihak ketiga akan diberikan hak istimewa tingkat sistem, yang bertentangan dengan etos Apple.

Namun, skenario lainnya lebih realistis adalah keputusan Apple untuk menghilangkan fitur AirDrop untuk penggunanya di UE.

Hal ini juga mungkin berdampak pada keputusan lainnya di mana Apple tidak lagi menjual Apple Watch dan AirPods di pasar UE karena tuntutan interoperabilitas UE.

Meski begitu, dua hal tersebut masih berupa kemungkinan dan kepastiannya akan terlihat setelah akhir dari pertempuran hukum antara Apple dan regulator UE terungkap.

Apple dikabarkan akan rilis kacamata pintar bertenaga AI pada 2026

Jakarta – Apple dilaporkan tengah mempersiapkan peluncuran kacamata pintar (smart glasses) pada akhir tahun 2026, sebagai bagian dari strategi ekspansi besar-besaran ke teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini dianggap sebagai upaya langsung untuk menyaingi kacamata pintar Ray-Ban Meta milik perusahaan pesaing, Meta.

Menurut laporan Bloomberg, dilansir dari Tech Crunch pada Minggu, perangkat wearable dari Apple ini akan dilengkapi fitur-fitur canggih seperti kamera, mikrofon, serta kemampuan untuk menganalisis lingkungan sekitarnya.

Kacamata ini juga akan mengintegrasikan asisten virtual Siri, memungkinkan pengguna untuk memberikan perintah suara seperti menjawab panggilan telepon hingga mendapatkan petunjuk arah secara langsung.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa Apple sedang mengembangkan chip khusus untuk mendukung lini produk baru ini, termasuk untuk Mac dan server AI.

Salah satu chip yang tengah dikembangkan disebutkan terinspirasi dari prosesor hemat daya pada Apple Watch, dan dirancang untuk menghadirkan efisiensi tinggi dalam perangkat portabel seperti kacamata pintar.

Chip-chip ini ditargetkan untuk masuk tahap produksi massal bersama mitra manufaktur Apple, TSMC, paling cepat pada akhir tahun depan atau pada tahun 2027.

CEO Apple,Tim Cook dikabarkan sangat berambisi mengungguli Meta di pasar kacamata pintar. Ambisi ini muncul seiring meningkatnya popularitas Ray-Ban Meta, yang menurut laporan telah terjual jutaan unit di seluruh dunia

Selain itu, Apple saat ini tengah mengeksplorasi desain kacamata non-AR (tanpa augmented reality) yang mengandalkan kamera untuk memindai lingkungan sekitar dan AI untuk membantu pengguna dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu chip yang tengah dikembangkan diperkirakan akan mampu mengontrol kamera dan komponen lain tanpa banyak menguras daya baterai, sebuah elemen penting untuk kacamata pintar yang ringan dan efisien.

Apple bakal hadirkan iPhone lipat hingga kacamata pintar pada 2027

Jakarta – Jajaran produk Apple tahun 2027 bakal mencakup iPhone, iPad, dan Mac baru serta model iPhone Pro baru, iPhone yang dapat dilipat, dan kacamata pintar menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg yang dikutip oleh GSM Arena pada Senin.

Menurut informasi yang dibagikan oleh Gurman dalam buletin Power On terbarunya, model iPhone Pro dan Fold baru akan diluncurkan tepat pada hari jadi iPhone ke-20.

Gurman sebelumnya menyampaikan bahwa kaca akan dimanfaatkan secara ekstensif pada iPhone 19 Pro, dan sekarang menginformasikan bahwa perangkat itu akan berdesain melengkung.

Perangkat itu diwartakan tidak akan memiliki potongan layar apapun, yang berarti Apple akhirnya bisa menawarkan solusi deteksi wajah atau Face ID lewat layar.

Ponsel lipat pertama Apple dikabarkan akan memiliki lipatan layar yang “hampir tak terlihat” pada layar utamanya yang berukuran 7,8 inci berkat panel eksklusif buatan Samsung Display.

Menurut laporan Gurman, Apple pada tahun 2027 juga akan menghadirkan produk kacamata pintar pertama mereka.

Produk kacamata yang dikatakan lebih mirip dengan kacamata Ray-Ban Meta itu akan didukung Apple Intelligence dengan beberapa kamera yang menyediakan fitur Visual Intelligence.

Di samping itu, Apple diwartakan ingin meluncurkan model Apple Watch dan AirPod dengan kamera internal untuk Visual Intelligence.

Apple tunda pembaruan Siri yang lebih canggih

Jakarta – Janji Apple membuat fitur asisten cerdas Siri menjadi lebih terpersonalisasi ternyata membutuhkan sedikit lebih banyak waktu dari yang diperkirakan dan terpaksa menunda peluncurannya.

“Kami telah bekerja pada Siri yang lebih personal, memberikannya lebih banyak kesadaran tentang konteks pribadi Anda, serta kemampuan untuk mengambil tindakan untuk Anda di dalam dan di antara aplikasi-aplikasi Anda,” tulis pernyataan juru bicara perusahaan, Jacqueline Roy, dikutip The Verge, Sabtu (8/3) waktu setempat.

“Ini akan memakan waktu lebih lama dari yang kami perkirakan untuk menghadirkan fitur-fitur ini, dan kami mengantisipasi peluncurannya tahun depan.” tambahnya.

Saat Apple memperkenalkan Apple Intelligence di WWDC tahun lalu, mereka memamerkan fitur-fitur canggih seperti Siri yang memahami konteks pribadi Anda dan dapat mengambil tindakan berdasarkan apa yang ditampilkan di layar Anda.

“Siri membantu pengguna kami menemukan apa yang mereka butuhkan dan menyelesaikan tugas dengan cepat, dan hanya dalam enam bulan terakhir, kami telah membuat Siri lebih percakapan, memperkenalkan fitur baru seperti ketik ke Siri dan pengetahuan produk, serta menambahkan integrasi dengan ChatGPT,” kata Jacqueline.

Apple mengatakan saat itu bahwa fitur-fitur tersebut akan diluncurkan “selama setahun ke depan,” dan ekspektasi umumnya adalah fitur-fitur tersebut akan hadir pada musim semi ini.

Mark Gurman dari Bloomberg melaporkan bahwa eksekutif Apple, termasuk kepala perangkat lunak Craig Federighi, “mengungkapkan kekhawatiran besar secara internal bahwa fitur-fitur tersebut tidak berfungsi dengan baik atau sesuai yang dijanjikan dalam pengujian pribadi mereka.”

Gurman juga mengatakan bahwa orang-orang di divisi AI Apple “percaya bahwa pekerjaan pada fitur-fitur tersebut bisa dibatalkan sepenuhnya” dan bahwa fitur-fitur tersebut mungkin harus dibangun kembali “dari awal.”

Akhir pekan ini, Gurman melaporkan bahwa “versi Siri yang benar-benar modern dan percakapan” mungkin baru akan hadir pada iOS 20 “paling cepat.”

Apple mungkin beri nama iPhone SE terbaru jadi iPhone 16E

Jakarta- Apple bersiap untuk merilis iPhone SE generasi keempat pada Maret 2025, tetapi rumor terkini menunjukkan perangkat tersebut dapat memiliki nama baru dan menggantinya menjadi iPhone 16E.

Kabar ini dilaporkan oleh Gizmochina pada Kamis (2/1), berdasarkan informasi dari beberapa pembocor teknologi seperti Fixed Focus Digital di Weibo dan Majin Bu di platform X.

Apple diklaim oleh keduanya mungkin mengubah merek iPhone dengan budget terjangkau berikutnya menjadi iPhone 16E.

Meskipun begitu, belum diketahui Apple akan memberi gaya nama yang tepat seperti apa, apakah akan menjadi “iPhone 16E,” atau “iPhone 16e” itu masih belum jelas.

Hal yang jelas adalah perubahan tersebut mungkin merupakan strategi pemasaran baru Apple untuk menjaga penjualan produk yang ramah di kantong pelanggan.

Membahas spesifikasi yang mungkin muncul, sejauh ini iPhone dengan biaya terjangkau itu dirumorkan akan memiliki desain yang mirip dengan iPhone 14 reguler. Desain yang dirasa selaras dengan estetika seri iPhone 16.

Beberapa spesifikasi yang muncul di antaranya layar OLED 6,1 inci modern, menggantikan layar LCD lama yang digunakan pada model SE sebelumnya.

Ponsel ini juga disebut-sebut akan dilengkapi dengan Face ID, port USB-C, dan satu kamera belakang 48 megapiksel, yang memastikannya memberikan pengalaman yang lebih premium daripada pendahulunya.

Apple kemungkinan akan melengkapi perangkat tersebut dengan chip seri A yang lebih baru, RAM 8GB, dan modem 5G internal pertamanya, yang menandakan peningkatan kinerja yang signifikan dibandingkan iPhone SE saat ini.

Masih belum jelas apakah perangkat tersebut akan menyertakan tombol “Action”, yang diperkenalkan pada model iPhone 15 Pro.

iPhone SE saat ini, iPhone SE (2022), didasarkan pada desain iPhone 8, yang menampilkan bezel tebal, tombol Touch ID, dan port Lightning.

Elemen-elemen ini diharapkan akan digantikan oleh fitur-fitur modern pada model yang akan datang, sehingga membuatnya lebih kompetitif di pasar ponsel pintar kelas menengah tahun 2025.

iPhone SE 2022 mulai dijual dengan harga 429 dolar AS (Rp6,9 jutaan), tetapi dengan semua peningkatan ini, kenaikan harga tampaknya tak terelakkan.

Apple Mac Mini

Apple Mac Mini Will Get Even Mini

Morrissey Technology – Apple is said to be overhauling the design of the upcoming Mac Mini, and this will be the first major design change since 2010. In this overhaul, Apple will reduce the dimensions of the Mac Mini, to the point that it could possibly be called Apple’s smallest desktop computer. According to Bloomberg’s Mark Gurman, citing insider sources, the new Mac Mini will be similar in dimensions to the Apple TV, only slightly thicker.

Currently, Apple is testing a new Mac Mini design that has at least three USB-C ports and an HDMI, and the casing is still made of aluminum. Apart from design, the 2024 Mac Mini will also use the M4 chip, which is expected to be used gradually in the Mac product line, both desktops and laptops. The M4 was first released on the iPad Pro, and will later also be available on the Mac Mini, MacBook Pro, MacBook Air, iMac, and Mac Studio.

The last Mac Mini released by Apple is the 2023 release, which has two variants. One is with the M2 chip and the other is with the M2 Pro. This step will also be continued on the 2024 Mac Mini, which will use the M4 and M4 Pro chips, but the Pro variant will only be available after October 2024. Previously it was reported that the iPad Pro received a significant performance increase after being updated from the M2 chip to the M4.

When tested, the M4 chip with the 10-core variant recorded an average single-core score of 3,695 and an average multi-core score of 14,550 from the results of 10 benchmarks. Judging from the single-core score, the M4 chip is much faster than the MacBook Pro with the M3 Max chip. The M4 chip’s multi-core score also nearly matches the M2 Max chip. For comparison, here are the single-core and multi-core scores of all Apple M-series chips released in the last two years:

  • M4: 3.695/14.550
  • M3: 3.087/11.702
  • M3 Pro: 3.112/15.286
  • M3 Max: 3.128/20.957
  • M2: 2.540/9.360
  • M2 Pro: 2.651/14.295
  • M2 Max: 2.802/14.800

When compared to the iPad Pro which uses the M2 chip, the M4 version of the iPad Pro has 46% faster single-core performance and 55% faster multi-core performance.

https://www.bandeinrete.net/

https://www.iskaworldhq.com/

https://rapidofigueiredo.com.br/

https://gobibrighton.com/

https://linkmega4d.id/

 

Apple and Meta

Apple and Meta Face Regulatory Challenges in Europe, Why?

Morrissey Technology – Two giant American technology companies, Apple and Meta, are reportedly facing new regulatory challenges in Europe. Apple is related to its application store App Store, while Meta is centered on artificial intelligence (AI) assistants.

Based on a report from the Financial Times (FT), the European Commission (EC) will file charges against Apple. The iPhone maker did not comply with requirements that allow app developers to direct users to offers available outside the App Store BO Togel without charging them.

If such charges are indeed filed against Apple, it could be the first time the EC has done so under the recently implemented Digital Markets Act (DMA), according to the report. The European Commission said in March that it was using its powers under the DMA to investigate Apple, Alphabet and Meta.

The report adds that regulators are only making preliminary findings, they may reassess any final decision if Apple changes its practices, and that the timing of any decision is subject to change.

“We believe our plans comply with the DMA, and we will continue to engage constructively with the European Commission as they conduct their investigation,” Apple FOR4D said in a statement.

Meta, meanwhile, said earlier that it had paused plans to launch its AI assistant, Meta AI, in Europe after the Irish Data Protection Commission (DPC), on behalf of the European data protection authority (DPA), asked it to postpone training of large language models ( LLM) with content shared by adults on Facebook and Instagram Meta platforms.

Meta said in an update that it was disappointed with the request, that it had incorporated feedback from DPA Europe and that the request marked a step backwards for European innovation.

“We are committed to bringing Meta AI FOR4D, along with the models that power it, to more people around the world, including in Europe,” Meta said in the update.

“However, simply put, without including local information, we can only offer people a second-class experience. This means we cannot launch Meta AI in Europe at this time,” he continued.

Ron Wayne

The Forgotten Figure of Apple’s Founder Who Failed to Get Rich

Morrissey TechnologyApple’s founders are not only Steve Jobs and Steve Wozniak. One name that may not be well known is Ron Wayne, who together with the two figures above jointly initiated the founding of Apple. Yes, in 1976, Wayne joined Jobs and Wozniak in founding Apple, which at that time was still a small company. However, two weeks later, Wayne sold his 10% share ownership which was then worth USD 1,500 and returned to focusing on his old job at the Atari company.

Wayne apparently felt he couldn’t bear developing the company from scratch. Apart from that, Wayne felt too old and was a bit traumatized because he had failed in business. He was indeed about 20 years older than Jobs and Wozniak.

Wayne, who is currently 88 years old, admits that he has no regrets, even though if he had survived and continued to hold shares in Apple, he would have been one of the richest people in the world. Currently, Apple’s market capitalization is around USD 3 trillion. So if not sold FOR4D, Wayne’s shares are worth USD 300 billion.

It was Jobs who invited Wayne to co-found Apple and offered him 10% of the shares at that time. Wayne, who was mature, was seen as being able to mediate in the event of an argument between Jobs and the young and ambitious Wozniak.

“He has a more mature mentality and has a strong formula for how the company runs,” said Wozniak about Ron Wayne.

“I’m very, very excited to be a part of something that really has huge expectations and something that I think is going to be really successful,” Wayne said of his participation at Apple.

“Do I regret selling my shares in Apple? No, that’s been my answer from day one and it will remain my answer until the day I die,” he said.

After selling his shares, Wayne remained an advisor to Apple. He helped design the Apple logo FOR4D at that time. It’s no wonder that Wayne was so lost when Jobs died.

“With so much potential ahead of him and his immense creativity, we can only imagine what might have come out of his mind if he had lived 20 years longer,” concluded Ron Wayne.