Morrissey Technology

Loading

Nintendo hadirkan aplikasi seluler gratis Hello, Mario! untuk anak

Jakarta – Nintendo telah mengumumkan hadirnya aplikasi seluler gratis untuk anak Hello, Mario! di iOS, Android, dan Switch.

Menurut siaran The Verge pada Jumat (8/8), aplikasi tersebut akan diluncurkan bersamaan dengan koleksi baru produk bertema Mario yang dirancang untuk anak-anak dan balita pada akhir Agustus 2025 di Jepang.

Hello, Mario! mengingatkan pada layar judul Super Mario 64 yang memamerkan kemampuan N64 dengan versi 3D interaktif kepala Mario.

Aplikasi baru ini memungkinkan anak-anak mencolek, menarik, dan melempar wajah Mario di layar sementara karakter tersebut bereaksi dengan berbagai cara.

Hello, Mario! mungkin tidak terlalu menarik bagi orang dewasa, tetapi ada beberapa item dalam koleksi My Mario terbaru dari Nintendo yang mungkin sulit ditolak oleh orang tua.

Koleksi My Mario mencakup mainan mewah, peralatan makan yang aman untuk balita, mainan untuk mendukung pertumbuhan gigi, pakaian, dan buku papan interaktif yang juga menampilkan wajah Mario.

Selain itu ada sepasang set balok bangunan kayu.

Satu set seharga 2.980 yen atau sekitar Rp325 ribu terdiri atas tiga bagian yang menampilkan Mario, jamur, dan balok pertanyaan.

Set yang lebih besar dengan harga 19.980 yen atau sekitar Rp2,2 juta mencakup 30 bagian, termasuk Luigi, Peach, dan Yoshi serta elemen bangunan lain.

Balok-balok karakter ini juga memiliki fungsi Amiibo, dan dapat digunakan dengan Switch sebagai pengganti figur Amiibo standar setiap karakter.

Koleksi My Mario akan tersedia di toko-toko Nintendo Jepang di Tokyo, Osaka, dan Kyoto mulai 26 Agustus 2025 dan aplikasi Hello, Mario! akan tersedia untuk diunduh pada hari yang sama.

Nintendo belum mengonfirmasi apakah versi bahasa Inggris aplikasi Hello, Mario! akan dirilis, tetapi beberapa produk My Mario akan tersedia lebih luas tahun depan menurut Video Games Chronicle.

Nintendo proyeksikan penjualan Switch 2 capai 15 juta unit hingga 2026

Jakarta – Dalam laporan keuangan terbarunya, Nintendo memperkirakan penjualan konsol terbarunya yakni Switch 2 sebanyak 15 juta unit hingga Maret 2026, lebih rendah dari prediksi analis yang mencapai 16,8 juta unit.

Nintendo tidak memberikan penjelasan atas angka tersebut, namun kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh ketidakpastian seputar tarif impor Amerika Serikat serta sikap perusahaan itu yang biasanya berhati-hati dalam memberikan proyeksi, sebagaimana dilansir dari Engadget pada Kamis.

Penjualan Switch 2 laris saat awal diluncurkan karena stok langsung habis diserbu penjual ulang (reseller), dan Nintendo menyatakan bahwa periode pra pesan (pre-order) resmi mereka baru dimulai setelah tanggal peluncurannya yakni 5 Juni 2025.

Hal ini menunjukkan bahwa ada permintaan yang sangat besar terhadap model konsol baru itu setelah delapan tahun kiprah Switch, konsol pendahulunya.

Namun, bulan lalu Nintendo menunda pra pesan di Amerika Serikat karena kekhawatiran terhadap tarif impor produk elektronik yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.

Meskipun ada kekhawatiran terkait hal tersebut, Nintendo menerima 2,2 juta pesanan di Jepang saja, angka yang disebut jauh melampaui ekspektasi perusahaan tersebut.

Switch 2 hadir dengan bodi setebal model sebelumnya, tetapi membawa layar yang jauh lebih besar, yakni 7,9 inci beresolusi 1080p, dibandingkan layar 6,2 inci 720p pada versi lama.

Konsol ini juga mendukung refresh rate hingga 120fps. Meski menggunakan layar LCD, bukan OLED, Switch 2 tetap mendukung HDR.

Joy-Con baru kini menempel secara magnetik dan dilengkapi tombol SL dan SR yang lebih besar untuk kenyamanan saat bermain menggunakan satu Joy-Con. Analog stick-nya juga lebih besar, dan masing-masing Joy-Con bisa digunakan sebagai mouse di beberapa game yang mendukung fitur tersebut.

Stand bawaan pada Switch 2 juga dirancang jauh lebih baik dibanding model-model sebelumnya. Terdapat dua port USB-C di konsol ini. Nintendo juga menyebutkan dukungan untuk audio 3D saat menggunakan headphone yang kompatibel, serta peningkatan kualitas speaker internal.

Untuk penyimpanan, Switch 2 menawarkan 256GB memori internal, jauh di atas kapasitas 32GB milik model pertama. Docking Switch 2 mendukung output hingga 4K untuk game yang kompatibel, dan dilengkapi kipas pendingin internal untuk menjaga suhu saat berjalan di resolusi tinggi.

Game fisik masih menggunakan kartu game serupa dengan Switch lama, namun dengan performa baca yang lebih cepat. Untuk ekspansi penyimpanan, kini wajib menggunakan microSD Express, karena kartu microSD biasa tidak kompatibel dengan perangkat ini.

Nintendo juga memperkenalkan Switch 2 Pro Controller baru dengan tombol C untuk mengaktifkan fitur GameChat, serta tombol GL dan GR di bagian belakang yang dapat diprogram untuk berbagai fungsi. Kontroler ini juga memiliki jack headphone.