Morrissey Technology

Loading

Kemkomdigi cetak talenta digital andal dengan AI Talent Factory

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjalankan Program AI Talent Factory guna mencetak talenta digital andal yang mampu mengembangkan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk menghadirkan solusi bagi persoalan bangsa.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemkomdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan, program ini diharapkan dapat melahirkan talenta digital yang menguasai teknologi AI serta menggunakannya untuk berinovasi.

“AI Talent Factory hadir bukan hanya untuk mencetak beginner atau intermediate talent, tetapi talenta advance yang siap menghadapi problematika yang dihadapi bangsa,” kata Bonifasius dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi pada Sabtu.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria yakin Indonesia bisa mencetak talenta digital AI yang berdaya saing global.

Dia mendorong para pengembang AI di Indonesia membuat aplikasi kecerdasan buatan menggunakan sumber daya dan kearifan lokal.

“Akan sangat baik kalau kita, misalnya untuk generative AI LLM atau Large Language Model itu kita bisa buat sendiri dengan menggunakan bahasa kita sendiri,” katanya.

“Bahasa-bahasa daerah kita cukup kaya, suku kita cukup banyak, keragaman budaya kita juga luar biasa,” ia menambahkan.

Nezar juga mengemukakan pentingnya meningkatkan kapasitas talenta digital agar tidak hanya bisa menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.

“Kita butuh sekitar sembilan juta talent lagi, dan kita juga harus berpikir bukan talent yang cuma sebagai users, tapi talent yang bisa masuk sebagai deployer sekaligus developer,” katanya.

Kemkomdigi perkuat internet dan komunikasi publik untuk Sekolah Rakyat

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memberikan dukungan terhadap pengembangan Program Sekolah Rakyat yang menjadi mandat langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Sosial, melalui langkah penguatan jaringan internet dan komunikasi publik dengan memanfaatkan kanal digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan bahwa Sekolah Rakyat merepresentasikan integrasi berbagai program pengentasan kemiskinan.

“Sekolah Rakyat adalah miniatur program integratif. Orang tuanya diberdayakan, rumahnya diperbaiki, masuk ke koperasi desa, anak dan keluarganya mendapat layanan kesehatan. Semua aspek disentuh,” kata Angga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Untuk memastikan Program Sekolah Rakyat berjalan optimal, Angga menekankan dukungan infrastruktur jaringan internet, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Kita akan minta data lokasi Sekolah Rakyat. Dari sana bisa dilihat siapa yang sudah memiliki jaringan, siapa yang belum. Komdigi siap bantu memastikan konektivitasnya,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Kementerian Komdigi juga akan memperkuat komunikasi publik dengan memanfaatkan kanal digital agar masyarakat luas mengetahui manfaat Sekolah Rakyat.

“Saya melihat langsung di Bogor, ada anak pemulung yang bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Kisah seperti ini harus diketahui publik, karena inilah wajah nyata program Presiden untuk wong cilik,” tutur Angga.

Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menyebutkan lima bentuk dukungan digitalisasi Komdigi untuk Sekolah Rakyat, mencakup penyediaan jaringan internet, penguatan komunikasi publik, integrasi platform dan aplikasi digital, pelatihan digital untuk guru Sekolah Rakyat, serta pemanfaatan pusat data nasional untuk pengelolaan data program.

“Kami punya jaringan ekosistem digital, termasuk startup (perusahaan rintisan) dan platform yang bisa dilibatkan. Jika ada kebutuhan data, Komdigi sudah menyiapkan program pusat data nasional untuk mendukung Sekolah Rakyat,” ujar Ismail.

Dengan dukungan digitalisasi, Kemkomdigi berharap Sekolah Rakyat menjadi sekolah alternatif bagi masyarakat miskin sekaligus gerakan digital inklusif untuk pengentasan kemiskinan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan Sekolah Rakyat dibangun atas tiga kunci utama yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto, yakni memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin.

“Dengan Sekolah Rakyat, mimpi-mimpi mereka terbuka. Mereka yang putus asa kini kembali punya harapan, melahirkan pemungkin-pemungkin baru. Presiden menegaskan agar kita melihat yang tidak tampak, yang grassroot, yang nyaris tidak terdengar,” jelasnya.

Kemkomdigi jajaki kerja sama untuk penguatan ekosistem digital

Jakarta  – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjajaki peluang kerja sama untuk memperkuat ekosistem digital di kawasan, terutama dalam bidang pusat data, kecerdasan artifisial (AI), dan konektivitas digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa Indonesia membuka peluang kemitraan publik-swasta atau public-private partnership (PPP) untuk memperluas pembangunan Pusat Data Nasional (PDN).

“Kami mengubah pendekatan, sebelumnya PDN hanya dibangun oleh pemerintah, sekarang kita akan libatkan ekosistem, terbuka peluang public-private partnership (PPP) untuk digunakan sebagai ekosistem pusat data digital nasional,” kata Meutya.

Diskusi peluang kerja sama tersebut dilakukan bersama operator telekomunikasi asal Singapura Singapore Telecommunications Limited (Singtel).

Menurut Menkomdigi, pendekatan eksklusif yang hanya mengandalkan infrastruktur pemerintah perlu diubah menjadi model kolaboratif dan kompetitif.

Kolaborasi antara pemerintah dan swasta juga mencakup pengembangan AI secara bertanggung jawab. Meutya menyebut Singapura sebagai salah satu rujukan kawasan dalam tata kelola AI, dan menyambut kesamaan pandangan strategis dengan operator seluler tersebut.

“AI merupakan salah satu perhatian kami tentang bagaimana harus memitigasi dan merangkul teknologi baru ini. Tentu saja, Singapura dalam hal ini akan menjadi panutan bagi kami karena telah memulainya lebih awal,” ujar Meutya.

Selain pusat data dan AI, Meutya menyoroti konektivitas digital sebagai prioritas cepat pemerintah dalam mengatasi titik yang belum terjangkau jaringan atau blank spot di wilayah 3T. Dia menekankan pentingnya kontribusi operator seluler Telkom, Telkomsel, dan Singtel dalam menjangkau wilayah yang belum terlayani.

“Salah satu quick win kami adalah mewujudkan zero blank spot. Kami percaya kerja sama erat dengan Telkomsel dan Singtel akan mempercepat pencapaian ini,” kata dia menjelaskan

Meutya Hafid juga menyatakan urgensi membangun ekosistem digital kawasan yang tangguh dan kolektif di tengah tantangan geopolitik global.

Kemkomdigi beri peringatan pada tujuh PSE yang belum terdaftar

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memberi surat peringatan kepada tujuh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang belum memenuhi kewajiban pendaftaran sebagaimana yang telah diatur pemerintah.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar menyampaikan bahwa hingga 17 Juni 2025 terdapat tujuh PSE yang belum memberikan respons memadai maupun menunjukkan langkah konkret dalam memenuhi kewajiban pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebagai langkah konkret tindak lanjut, Kementerian Komdigi telah menyampaikan surat peringatan kepada tujuh PSE yang belum memenuhi kewajiban pendaftaran sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020,” kata Alexander dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.

Menurut Alexander, peringatan yang disampaikan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan tata kelola sistem elektronik yang tertib serta melindungi hak dan kepentingan masyarakat sebagai pengguna layanan digital.

Sejumlah PSE Lingkup Privat yang telah menerima surat peringatan antara lain philips.com (PT Philips Indonesia Commercial), bathandbodyworks.co.id (PT. DUNIA LUXINDO), ebay.com dan aplikasi eBay (ebay, Inc.), nike.com dan aplikasi Nike (Nike, Inc.)

Lalu ada xbox.com dan aplikasi Xbox (Microsoft Corporation), klm.com dan aplikasi KLM (KLM Royal Dutch Airlines), serta lenovo.com dan aplikasi Lenovo (PT. Lenovo Indonesia)

“Komdigi mengimbau seluruh PSE Lingkup Privat untuk segera merespons surat peringatan yang telah disampaikan,” ujar Alexander.

Dia juga menegaskan bahwa apabila hingga batas waktu yang ditentukan para PSE tersebut masih belum menunjukkan komitmen dalam memenuhi kewajiban pendaftaran, Kemkomdigi akan mengambil langkah tegas termasuk pemutusan akses atau pemblokiran layanan, sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020.

Alexander juga menyampaikan bahwa Kemkomdigi membuka ruang klarifikasi bagi PSE yang menghadapi kendala teknis atau hambatan lainnya dalam proses pendaftaran.

“Seluruh PSE wajib mematuhi ketentuan yang berlaku demi terciptanya tata kelola sistem elektronik yang tertib dan bertanggung jawab di Indonesia,” tandasnya.

Kemkomdigi berkolaborasi untuk percepat pengembangan talenta digital

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkolaborasi dengan Alibaba Cloud dan GoTo Group untuk mengadakan GenAI Hackathon 2025 dalam upaya mempercepat pengembangan talenta digital di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Bonifasius Wahyu Pudjianto mengemukakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan industri.

“Hal ini dilakukan untuk mengakselerasi pengembangan talenta digital Indonesia, khususnya di bidang kecerdasan buatan generatif, atau bisa kita sebut sebagai GenAI, yang saat ini berdiri sebagai pilar utama transformasi digital global,” katanya sebagaimana dikutip dari siaran pers kementerian di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan bahwa pendaftar program mencapai 1.506 orang dari seluruh Indonesia dan dari jumlah itu sebanyak 100 peserta terbaik dari Program Digital Talent Scholarship (DTS) terpilih untuk melanjutkan ke tahap Hackathon.

“Hal ini menunjukkan semangat tentang kesiapan, potensi luar biasa generasi muda Indonesia dalam mengembangkan solusi digital berbasis AI,” kata dia.

Seluruh peserta telah menjalani rangkaian pelatihan komprehensif mulai dari literasi teknis dasar melalui modul Micro-Skill hingga pelatihan mendalam yang mencakup prinsip-prinsip inti AI seperti etika, pengembangan model, dan penerapan solusi di berbagai sektor strategis.

“Mereka dibekali dengan literasi teknis fundamental melalui modul-modul Micro-Skill. Kami memiliki sistem manajemen pembelajaran. Ada keterampilan masuk, kami menyebutnya modul-modul Micro-Skill,” kata Bonifasius.

Hackathon merupakan kelanjutan dari pelatihan berjenjang yang diselenggarakan oleh Kemkomdigi. Peserta program ini berkesempatan memanfaatkan teknologi AI terbaru seperti Model Studio, Lingma, PAI, dan Qwen LLM.

Setelah menjalani pelatihan pada tahap pra-Hackathon, peserta program selama Hackathon bekerja dalam tim untuk merancang dan menyajikan prototipe aplikasi cerdas untuk sistem pembayaran digital, transportasi, perniagaan elektronik, produktivitas, layanan asisten pribadi, hingga ketahanan pangan.

Direktur Arsitek Solusi Regional untuk Pasifik Selatan dan Jepang Alibaba Cloud Intelligence Rocky Liu menyampaikan bahwa perusahaannya merasa terhormat bisa ikut berkolaborasi untuk membangun ekosistem AI di Indonesia melalui Program Digital Talent Scholarship.

“Alibaba Cloud merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan GoTo dan Komdigi untuk terus mendorong pertumbuhan ekosistem AI di Indonesia,” kata Liu.

Dalam pelaksanaan Hackathon, GoTo antara lain berperan sebagai penyedia problem statement dari ekosistem nyata dalam sektor kuliner, pembayaran digital, transportasi, perniagaan elektronik, hingga asisten pribadi.

Selain itu, perusahaan memberikan bimbingan teknis dan terlibat dalam proses penjurian untuk menilai kreativitas dan ketepatan solusi dari para peserta.

“Kami sangat senang bisa berkontribusi bukan hanya dalam mengembangkan talenta digital, tapi juga ikut berkontribusi dalam memberikan tools bagi para peserta untuk memakai Sahabat-AI,” kata Kepala Sumber Daya Manusia GoTo Group Monica Oudang.

Ia menyampaikan bahwa Sahabat-AI merupakan ​​​​​​​open-source LLM yang dikembangkan GoTo bersama Indosat Ooredoo Hutchison.

Monica mengatakan bahwa GenAI Hackathon 2025 merupakan ajang untuk unjuk kemampuan teknis sekaligus mengasah kreativitas serta kemampuan kolaborasi dan pemecahan masalah.

“Harapannya, talenta digital Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi teknikal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk ikut berperan dalam pertumbuhan AI di Indonesia,” katanya.

Kemkomdigi gandeng Universitas Tokyo kembangkan kurikulum AI

JakartA – Kementerian Komunikasi dan Digital menjajaki kerja sama pengembangan kurikulum pendidikan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dengan Universitas Tokyo Jepang.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan kerja sama ini akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi AI.

“Dari apa yang ditawarkan oleh Profesor Yutaka Matsuo kerja sama pengembangan kurikulum pendidikan Artificial Intelligence ini sangat menarik. Ia menawarkan pengembangan hal-hal yang sifatnya teknis seperti digital knowledge dan digital skill,” ungkapnya dalam rapat bersama Professor in The Department of Technology Management for Innovation at The University of Tokyo Yutaka Matsuo di Kantor Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) Jakarta Pusat, Selasa.

Menurut Nezar Patria, Prof. Yutaka Matsuo juga menawarkan kerja sama penerapan AI sebagai solusi teknologi atas masalah sehari-hari.

Selain itu, membuka peluang bagi Indonesia agar bisa mencontoh Jepang dalam memperkuat solusi bisnis dengan teknologi AI.

“Ia mendorong dengan mencontohkan apa yang dilakukan di Jepang, mereka yang sudah mendapatkan pendidikan ini, kemudian bisa membuat semacam startup-startup yang langsung bisa untuk memecahkan persoalan-persoalan yang ada di dalam masyarakat,” katanya.

Nezar mengatakan bahwa pertemuan ini masih awal dari diskusi untuk pengembangan kurikulum pendidkan AI dengan Jepang.

Meski begitu, dirinya meyakini Prof. Yutaka Matsuo dan ERIA cukup tertarik untuk menjajaki kemitraan dengan Kementerian Komdigi.

Menurutnya, sebagai ahli teknologi AI yang selama ini menjadi penasihat Pemerintah Jepang, Yutaka Matsuo bisa mendekatkan antara kebutuhan industri dengan pengembangan teknologi berbasis AI untuk meningkatkan kemampuan AI di kalangan masyarakat Jepang.

“Kita terbuka untuk kesempatan bekerja sama, ini baru diskusi awal. Tapi, Profesor Takamatsu dan Eria kelihatannya cukup berniat untuk bisa bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital,” Nezar menutup pernyataannya.

Kemkomdigi kawal penerapan fitur ramah anak oleh PSE

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mengawal penerapan fitur-fitur yang aman bagi anak di platform digital oleh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau orang tua, tapi juga PSE sebagai penyedia platform. Mereka wajib menyediakan fitur yang melindungi anak dari konten berbahaya,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Hal itu dia katakan saat menghadiri forum Beranda Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) ke-40 bertajuk “Menciptakan Ruang Digital yang Aman bagi Anak”, Jumat di Jakarta.

Fifi menegaskan bahwa PSE harus turut bertanggung jawab untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak, agar sejalan dengan penegakan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Data terakhir menunjukkan sekitar 80 juta anak di bawah 18 tahun di Indonesia aktif menjelajahi dunia digital.

PP Tunas, yang resmi berlaku sejak 28 Maret 2025, dirancang untuk melindungi generasi muda dari risiko seperti perundungan di dunia siber, adiksi, dan eksploitasi data. Salah satu aturan utama adalah pembatasan usia pembuatan akun media sosial.

“Dengan menunda akses ke platform tertentu, anak tetap bisa mengeksplorasi internet tanpa terpapar dampak negatif,” jelas Fifi.

Kemkomdigi pun mengapresiasi langkah sejumlah PSE yang telah memblokir fitur berisiko bagi anak, seperti live streaming dan pembuatan akun tanpa verifikasi usia.

“Kolaborasi antara pemerintah, PSE, dan masyarakat sangat krusial untuk memastikan implementasi PP Tunas berjalan optimal,” tambah Fifi.
Pakar Hukum Digital Universitas Atma Jaya Indri D. Saptaningrum menyebut PP Tunas sebagai respons progresif pemerintah terhadap dinamika teknologi.

“Regulasi ini mengadopsi pendekatan berbasis risiko dan menekankan perlindungan data pribadi anak, sesuatu yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Sementara Psikolog dan Dewan Pakar PSPK Anindito Aditomo turut mengingatkan dampak jangka panjang paparan konten digital berbahaya bagi anak.

“Adiksi gawai dan gangguan kecemasan bisa berujung pada masalah serius, termasuk bunuh diri. PP Tunas adalah langkah preventif yang tepat,” tegasnya.

Dengan adanya PP Tunas, Kemkomdigi berharap ekosistem digital Indonesia semakin inklusif dan aman bagi generasi muda. Pemerintah akan terus memantau komitmen PSE dalam menerapkan kebijakan perlindungan anak di platform masing-masing.

Kemkomdigi koordinasi dengan Polri-BSSN kejar pelaku “Fake BTS”

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkoordinasi dengan Kepolisian RI (Polri) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mengejar pelaku kejahatan bermoduskan fake Base Transceiver Station (BTS) atau BTS palsu.

“Untuk fake BTS, kami saat ini bekerja erat dengan kepolisian dan juga BSSN untuk mengejar pelaku-pelakunya,” kata Meutya di Media Center Kementerian Komdigi, Jakarta, Kamis.

Meutya meminta masyarakat untuk menantikan kelanjutan dari pengusutan penipuan berkedok fake BTS ini karena pihak-pihak terkait tengah bekerja untuk bisa menangkap para pelaku.

Kejahatan menggunakan fake BTS pada dasarnya ialah penipuan SMS, pelaku memanfaatkan BTS palsu miliknya dengan memancarkan sinyal seolah-olah berperan sebagai BTS dari operator resmi.

Setelahnya, pelaku mengirim SMS massal yang seolah-olah berasal dari sumber resmi dan tak sedikit membuat penerimanya tergoda untuk mengklik tautan yang diberikan lewat SMS terkait dengan iming-iming hadiah palsu maupun permintaan kata sandi satu kali pakai (One Time Password/OTP).

Setelah diklik ternyata SMS tersebut justru mencuri data pribadi masyarakat dan tentunya jelas merugikan karena data tersebut terhubung ke banyak akses layanan digital tidak hanya media sosial tapi berhubungan dengan finansial.

Maka dari itu, kini pemerintah tengah mengejar para pelaku agar tidak semakin banyak masyarakat yang menjadi korban dari penipuan ini.

“Pada prinsipnya operasi bersama antara kami dan juga Polri beserta BSSN sudah dan tengah berjalan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa ungkapkan ke publik,” kata Meutya.

Sebelumnya, modus penipuan berbasis BTS palsu ini diungkap Kemkomdigi pada Senin (3/3) dan pemerintah menyatakan mengambil tindakan tegas terhadap kasus penyalahgunaan frekuensi radio tersebut.

Sebagai langkah awal Kemkomdigi mengerahkan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) untuk memantau dan melacak sumber sinyal frekuensi radio ilegal yang digunakan para pelaku.

Dari hasil investigasi awal, Ditjen Infrastruktur Digital (DJID) menemukan indikasi kuat adanya penggunaan perangkat BTS ilegal di beberapa lokasi.

Sinyal radio yang dipancarkan perangkat BTS palsu tersebut terdeteksi beroperasi pada frekuensi milik salah satu operator, namun tidak terdaftar sebagai BTS resmi dalam jaringan.

Mencegah semakin banyak korban, maka pemerintah meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap SMS mencurigakan dan selalu mengecek kebenaran informasi yang diterima.

Sebagai tindak lanjut, Kemkomdigi akan menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan ciri-ciri SMS penipuan agar masyarakat lebih waspada dan mencegah bertambahnya korban.

Pihaknya juga mendorong operator seluler untuk meningkatkan keamanan jaringan mereka, termasuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap aktivitas frekuensi radio yang mencurigakan seperti fake BTS.

Kemkomdigi mengingatkan masyarakat untuk tidak mengklik tautan apapun yang mencurigakan dari SMS tak dikenal.

Kemkomdigi buka peluang kerja sama dengan Yandex

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membuka peluang kerja sama dengan perusahaan teknologi internasional seperti Yandex guna memperkuat ekosistem digital di Indonesia.

Saat menerima kunjungan CEO Yandex Search International Alexander Popovskiy ​​​​​​di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital di Jakarta pada Jumat, dia menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada dalam fase akselerasi transformasi digital.

“Kehadiran Yandex dengan berbagai layanan inovatifnya dapat memberikan kontribusi besar dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi di Tanah Air,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian.​​​​​​​

Meutya menjelaskan bahwa selain menghadirkan mesin pencari terkemuka di Rusia dan sejumlah negara lain, Yandex menawarkan layanan peta, teknologi kecerdasan artifisial (AI), serta solusi perdagangan elektronik dan media sosial.

Menurut dia, kolaborasi dengan Yandex dapat mendukung penguatan sektor usaha digital di Indonesia dan upaya pencapaian Visi Indonesia Digital.​​​​​​​

Selain itu, ia mengemukakan potensi Indonesia sebagai pasar digital yang berkembang pesat. ​​​​​​​

Dengan lebih dari 270 juta penduduk dan tingkat penetrasi internet yang terus meningkat, ia melanjutkan, Indonesia bisa menjadi pasar strategis bagi pengembangan teknologi dan inovasi.

“Yandex akan makin populer jika merambah pasar Indonesia, karena jumlah pengguna internet aktif di Indonesia sangat besar. Dari total 150 juta pengguna Yandex secara global, jumlahnya akan meningkat pesat dengan ekspansi ke Indonesia,” kata dia.​​​​​​​

CEO Yandex Alexander Popovskiy menyampaikan bahwa perusahaannya memiliki teknologi canggih yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal untuk membantu mempercepat digitalisasi.

“Yandex berkomitmen memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia, baik dalam akses informasi yang lebih cepat dan relevan maupun dalam meningkatkan kualitas pengalaman digital pengguna,” kata dia.​​​​​​​

Popovskiy menambahkan, teknologi AI dan layanan peta Yandex dapat mempercepat penyebaran informasi serta mendukung peningkatan pendidikan hingga ekonomi digital.

“Saya yakin ada banyak hal yang bisa kami lakukan, terutama dari pengalaman kami di berbagai bidang seperti pendidikan, kecerdasan buatan, dan perlindungan anak. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk menciptakan persaingan sehat di platform digital,” katanya.

Kemkomdigi dan BMKG perkuat sistem informasi kebencanaan

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat koordinasi dalam menyebarluaskan informasi kebencanaan kepada masyarakat.

Langkah ini diambil untuk memastikan peringatan dini cuaca ekstrem dan bencana alam dapat diterima dengan lebih cepat dan akurat.

Dalam pertemuan di kantor Kemkomdigi, Jakarta, Rabu (5/3), Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BMKG Dwikorita Karnawati membahas strategi peningkatan komunikasi publik, khususnya mengingat tren peningkatan peringatan cuaca pada Januari–Februari 2025.

“Koordinasi antara Kemkomdigi dan BMKG telah berjalan lama, tetapi dengan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem dan bencana, kita perlu memastikan sistem komunikasi publik berjalan lebih optimal. Masyarakat harus mendapatkan informasi peringatan dini dengan cepat dan akurat,” ujar Meutya dalam rilis pers, Rabu.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyebaran informasi kebencanaan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk operator seluler dan televisi.

Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) yang dikembangkan sejak 2016 melalui SMS Blast, kini telah diperluas ke siaran TV digital sejak Agustus 2024.

Kemkomdigi telah bekerja sama dengan penyelenggara multipleksing seperti TVRI, Transmedia, Metro TV, MNC, SCM, Viva, NTV, dan RTV untuk menampilkan peringatan dini bencana langsung di layar televisi.

Dengan ini, informasi cuaca ekstrem dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dalam waktu singkat.

Dwikorita mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dukungan penuh Kemkomdigi dalam memperkuat sistem komunikasi kebencanaan.

“Dengan infrastruktur komunikasi yang terus diperluas, termasuk peningkatan konektivitas seluler di daerah terpencil, kami optimistis bahwa informasi kebencanaan dapat lebih cepat diterima oleh masyarakat di wilayah rawan bencana,” ujar dia.

Dalam kesempatan ini, Meutya juga menyampaikan bahwa data BMKG menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kejadian cuaca ekstrem dan bencana alam pada Januari-Februari 2025.

Hal ini termasuk peningkatan kasus gempa bumi dari 11 kejadian di Januari menjadi 25 kejadian di Februari, serta laporan banjir besar yang melanda wilayah Jabodetabek pada 4 Maret 2025 akibat curah hujan tinggi.

Melihat tren ini, Kemkomdigi dan BMKG berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi publik, memastikan bahwa setiap informasi peringatan dini tersampaikan secara luas dan tepat waktu.